Masjid Baiturrohman di Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Foto: Visit Lumajang
Masjid-Masjid Tua Lumajang Simpan Jejak Laskar Diponegoro dan Dakwah Ulama Ragam
Renovasi Masjid Bersejarah di Lumajang
"Ia mengatakan sejak renovasi selesai pada 1933, masjid tersebut hampir tidak pernah direnovasi lagi karena ingin mempertahankan nilai sejarahnya serta kualitas bahan bangunannya yang kuat" katanya.
Secara arsitektur, Masjid Baiturrohman memiliki bentuk unik dengan sembilan kubah menyerupai pot bunga yang menjulang ke langit, yang melambangkan sembilan ulama penyebar Islam di Nusantara yang dikenal sebagai Wali Songo.
Selain itu, masjid ini juga memiliki enam pintu dengan ukuran yang sama, tiga di bagian depan dan tiga di area imam.
“Jumlah pintu yang ada enam ini melambangkan rukun iman,” jelas Yoyon.
Di dalam masjid terdapat banyak tiang kayu yang tersusun rapi membentuk ruangan seperti labirin persegi, menunjukkan konstruksi tradisional yang presisi dan material bangunan yang kuat.
Meski berusia lebih dari 115 tahun, masjid ini masih aktif digunakan untuk salat berjamaah, pengajian, dan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.
Keberadaan masjid-masjid tua di Lumajang tak hanya menjadi simbol perjalanan dakwah Islam, tetapi juga pengingat perpaduan agama, budaya, dan semangat perjuangan dalam kehidupan masyarakat.