Masjid Baiturrohman di Desa Tukum, Kecamatan Tekung. ‎Foto: Visit Lumajang

Masjid-Masjid Tua Lumajang Simpan Jejak Laskar Diponegoro dan Dakwah Ulama

Sejarah Penyebaran Islam di Lumajang

Pola penyebaran Islam itu kemudian merambat ke wilayah timur Jawa, termasuk Lumajang yang dulu berada di jalur dakwah menuju Blambangan. ‎

‎Seiring perkembangan masyarakat, pusat dakwah di Lumajang semakin bertambah. Para ulama lokal mendirikan tempat ibadah yang juga menjadi pusat pendidikan agama, salah satunya Masjid Baiturrohman di Desa Tukum, Kecamatan Tekung. ‎

‎Masjid ini didirikan Kyai Suhaemi dan Kyai Usman sekitar tahun 1911, saat Lumajang masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda dan kehidupan masyarakat masih sederhana. ‎

‎Humas Masjid Baiturrohman, Yoyon Sudarmanto, mengatakan awalnya bangunan masjid hanya berupa pondok panggung kecil untuk kegiatan dakwah dan pengajaran agama. ‎ ‎

"Yoyon mengatakan tahun pasti pembangunannya tidak memiliki bukti tertulis, namun menurut cerita keluarganya masjid tersebut dibangun bersamaan dengan pembangunan rel kereta lori tebu sekitar tahun 1911" kata Yoyon, Kamis (05/03/2026). ‎ ‎

Menurutnya, Kyai Suhaemi dan Kyai Usman mendirikan masjid tersebut sebagai sarana menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat yang saat itu masih hidup di masa penjajahan. ‎ ‎

Seiring waktu, jumlah murid dan jamaah semakin bertambah sehingga masjid direnovasi bertahap antara 1923 hingga 1933. Setelah itu, bentuk utama masjid tidak lagi mengalami perubahan signifikan hingga sekarang. ‎ ‎