UMKM pengguna plastik. Foto: Info Lumajang

Harga Plastik Naik di Lumajang, Pelaku Usaha Mulai Alihkan Beban ke Konsumen

Info Lumajang - Kenaikan harga plastik kini mulai dirasakan langsung oleh para pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman. Kondisi ini memaksa mereka untuk memutar strategi agar bisnis tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas pendapatan.

Bagi pelaku usaha, plastik bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam proses produksi hingga penyajian kepada konsumen. Ketika harga bahan ini naik, dampaknya pun langsung terasa ke operasional sehari-hari.

Dalam menghadapi situasi ini, sejumlah pelaku usaha memilih jalan praktis dengan menambahkan biaya kemasan kepada pelanggan. Umumnya, biaya tambahan yang dikenakan berkisar Rp2.000 per item.

Langkah ini dianggap sebagai solusi cepat untuk menutup kenaikan biaya tanpa harus menaikkan harga utama produk yang dijual. Meski begitu, tidak semua pelanggan langsung bisa menerima kebijakan tersebut.

Alfiyah, pemilik Kafe 11:11 Lumajang, menjadi salah satu pelaku usaha yang menerapkan biaya tambahan ini. Ia mengaku keputusan tersebut diambil setelah harga plastik melonjak cukup signifikan.

Menurutnya, biaya kemasan hanya diberlakukan untuk pesanan take away atau makanan dan minuman yang dibawa pulang. Sementara itu, pelanggan yang makan di tempat tidak dikenakan biaya tambahan.

"Kalau dine in, kita pakai gelas atau piring biasa, jadi tidak perlu biaya tambahan," ujarnya.