Distribusi pupuk bersubsidi. Foto: Pupuk Indonesia
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia 253 Persen, Tembus Rp8,51 Triliun Ragam
Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia
Perusahaan juga meningkatkan kontribusi dari segmen non-subsidi dan produk non-pupuk serta memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku untuk meminimalkan dampak perubahan harga komoditas global.
Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi turut dilakukan melalui penguatan operational dan digital excellence, penyederhanaan bisnis dalam holding, optimalisasi distribusi public service obligation (PSO), serta penguatan sektor komersial.
Dari sisi tata kelola, transformasi tersebut diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang menjadi salah satu landasan dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Pupuk Indonesia juga merencanakan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan nilai tambah aset perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan menyiapkan pengembangan sejumlah lini bisnis baru, termasuk diversifikasi produk melalui pengembangan metanol dan turunannya, bisnis clean ammonia, serta industrial support.
Transformasi Pupuk Indonesia juga diarahkan untuk memberikan manfaat lebih besar kepada petani, khususnya melalui peningkatan akses terhadap pupuk bersubsidi.
Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi. Jumlah tersebut meningkat 10,68 persen dibandingkan penyaluran pada tahun sebelumnya.