Bupati Lumajang Indah Amperawati (13/03). Foto: Diskominfo Lumajang

Membangun Kembali Semangat Koperasi dari Lumajang, Dari Lumbung Rukun Tani ke Koperasi Merah Putih

Info Lumajang - Lumajang, kabupaten yang terletak di kaki Gunung Semeru, ternyata menyimpan jejak panjang sejarah gerakan koperasi di Indonesia. Tak banyak yang tahu bahwa pada masa kolonial, desa kecil seperti Rowokangkung pernah menjadi titik penting dalam perjuangan ekonomi rakyat.

Lumbung Rukun Tani, yang berdiri di desa itu pada tahun 1930-an, bukan hanya sekadar tempat menyimpan hasil panen.

"Sejarah panjang koperasi di Lumajang adalah bukti bahwa semangat gotong royong sudah mengakar kuat di sini jauh sebelum kemerdekaan," ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Kamis (13/03).

Menurut Indah, perjuangan para petani kala itu, yang dihimpun melalui koperasi-koperasi rakyat, harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Dalam buku Sepuluh Tahun Koperasi (1930–1940) karya R.M. Margono Djojohadikusumo tokoh yang juga dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dijelaskan bahwa gerakan koperasi di Indonesia sempat menghadapi berbagai tantangan besar.

"Jika dulu koperasi menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat dalam menghadapi kolonialisme, sekarang koperasi harus menjadi kekuatan rakyat dalam menghadapi tantangan ekonomi modern," tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan koperasi, Pemkab Lumajang mendukung konsep Koperasi Merah Putih, yang menekankan nasionalisme ekonomi dan kemandirian berbasis gotong royong. Koperasi tidak hanya sebagai sarana simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat inovasi ekonomi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dari lumbung Rukun Tani hingga Koperasi Merah Putih, Lumajang telah menunjukkan bahwa koperasi bukan sekadar sistem ekonomi, melainkan warisan perjuangan yang harus terus dijaga dan dikembangkan demi kesejahteraan rakyat.