Umat Hindu saat Pengerupukan Ogoh-ogoh sebelum Nyepi di Senduro (18/03). Foto: Info Lumajang

Ngembak Geni dan Darmasanti, Wujud Nyata Saling Memaafkan Antar Sesama

Info Senduro - Setelah menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, umat Hindu merayakan Ngembak Geni yang dilanjutkan dengan Darmasanti sebagai momentum saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Ngembak Geni menjadi penanda berakhirnya keheningan Nyepi. Momen ini sekaligus menjadi awal kembalinya aktivitas kehidupan sehari-hari umat Hindu.

Setelah sehari penuh menjalani berbagai pantangan, umat Hindu mulai kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Suasana yang semula hening perlahan berubah menjadi lebih hangat dan penuh kebersamaan.

Ngembak Geni juga dimaknai sebagai waktu untuk membuka lembaran baru. Umat Hindu diajak untuk meninggalkan hal-hal negatif yang telah dilalui sebelumnya.

Tradisi ini kemudian dilanjutkan dengan Darmasanti yang memiliki makna mendalam sebagai ajang rekonsiliasi. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarsesama.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa Darmasanti merupakan kesempatan bagi umat Hindu untuk saling memaafkan.

Menurutnya, momen ini sangat penting karena menjadi ruang refleksi atas hubungan sosial yang telah terjalin selama ini. Nilai kebersamaan menjadi inti dari pelaksanaan Darmasanti.