
Ngabuburit Seru Anak-Anak Lumajang dengan Dolanan Perahu dari Pelepah Pisang Pemuda dan Olahraga
Info Senduro - Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di Lumajang, Jawa Timur, sejumlah anak-anak memilih untuk bermain dolanan tradisional dari pelepah pisang.
Selain mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget, ngabuburit dengan permainan tradisional ini juga bertujuan melestarikan budaya yang mulai ditinggalkan serta mengasah kreativitas dan motorik anak.
Di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, anak-anak mengisi waktu sore mereka dengan membuat dan memainkan perahu mainan dari pelepah pisang. Setiap sore, mereka berkumpul untuk mencari pelepah pisang, membentuknya menjadi perahu, lalu mengadu kecepatan perahu mereka di sungai setempat.
"Cara memainkannya mudah, tinggal diayunkan lalu perahunya balapan. Seru, karena tidak semua anak-anak sekarang masih memainkan dolanan lawas seperti ini," ujar Ferdi, salah seorang anak yang ikut bermain.
Proses pembuatannya cukup sederhana. Pelepah pisang dipotong dengan ukuran kecil, lalu dibentuk menyerupai perahu lengkap dengan badan, geladak, dan layar. Setelah itu, perahu dimainkan dengan cara balapan di sungai. Anak-anak terlihat bahagia dan antusias saat memainkan dolanan ini. Mereka bergantian mengayunkan perahu di garis start dan menunggu di garis finish untuk menangkap perahu agar tidak terbawa arus.
"Ya suka main balapan perahu ini. Sekalian ngabuburit puasa," kata Izzam, anak lain yang turut serta.
Selain menyenangkan, permainan ini juga membantu anak-anak dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Ngabuburit dengan dolanan tradisional menjadi cara kreatif untuk mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, sekaligus melestarikan budaya permainan anak-anak yang kini mulai jarang ditemukan.