Pawai ogoh-ogoh di Senduro jelang Nyepi (18/03). Foto: Info Lumajang
Kolaborasi Lintas Agama di Senduro, Umat Muslim Ikut Pembuatan Ogoh-Ogoh Nyepi Event dan Peristiwa
Toleransi Antarumat Beragama di Senduro Jelang Nyepi dan Idulfitri
Ia menegaskan bahwa masyarakat di Senduro mampu menjaga keharmonisan dengan sangat baik. Hal ini menjadi contoh nyata kehidupan sosial yang harmonis.
"Warga saling mendukung demi kelancaran perayaan keagamaan, tanpa memandang perbedaan keyakinan," jelasnya.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa selama proses pembuatan ogoh-ogoh. Interaksi antarwarga berlangsung dengan penuh keakraban.
"Tawa dan canda mengiringi kerja bersama, menciptakan hubungan sosial yang semakin erat di antara warga," tuturnya.
Momentum ini terasa semakin istimewa karena berdekatan dengan bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Kedua momen keagamaan ini justru memperkuat nilai toleransi.
Budiono menilai kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarumat beragama. Sikap saling menghormati semakin terlihat di tengah masyarakat.
"Harapan kami, kerukunan seperti ini terus dijaga, baik antarumat beragama maupun antara masyarakat dengan pemerintah. Mari bersama-sama menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan saling menghormati," pungkasnya.